Ini Motif Pelaku Pelemparan Batu Yang Meresahkan Pengendara Wilayah Semarang

Polda Jateng berhasil menangkap pelaku pelemparan batu yang akhir-akhir ini meresahkan pengguna jalan khususnya pengendara truk muatan barang di wilay
Ini Motif Pelaku Pelemparan Batu Yang Meresahkan Pengendara  Wilayah Semarang
Nur Hamid pelaku pelemparan batu yang meresahkan pengguna jalan khususnya pengendara truk muatan barang, di wilayah Jalan Raya Semarang-Kendal. (Foto : Alfian halosemarang)


Polda Jateng berhasil menangkap pelaku pelemparan batu yang akhir-akhir ini meresahkan pengguna jalan khususnya pengendara truk muatan barang di wilayah Jalan Raya Semarang-Kendal.

Direktur Reserse Kriminalisasi Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan mengungkapkan, pelaku berinisial NH warga Kampung Sarean, RT 2 RW 9, Kraja Kulon, Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Dalam proses introgasi, pelaku mengaku aksinya tersebut dilakukan atas perintah AYT yang saat ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron.

“Dan ini akan terus kami cari dan kita ungkap perkara ini,” ujarnya.

Djuhandani menjelaskan, ada dua motif pelaku melakukan aksi kejahatannya tersebut. Yang pertama karena masalah ekonomi dan yang kedua untuk membuat organisasi pengawalan truk di wilayah Kendal dan jalur Pantura Jawa.

“Di samping motif ekonomi, ini juga dimaksudkan untuk membuat organisasi pengawal truk. Sementara masih itu, namun kita akan menyidik dengan laporan-laporan lainnya, sehingga tunggakan-tunggakan perkara dapat terjawab,” katanya saat rilis kasus di Mapolda Jateng, Senin (23/8/2021).

Djuhandani memastikan, organisasi jasa pengawal truk yang rencananya akan dibentuk itu, dinilai ilegal dan menjurus ke aksi premanisme.

“Tentu saja kita akan tindak tegas kalau kita dapatkan hal-hal semacam itu. Kalau pengawalan kan tidak semestinya melakukan tindakan seperti ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kejahatan ini bermula ketika pelaku dan AYT (masih DPO) bertemu untuk pertama kalinya di sebuah tempat saat sedang memancing.

Kemudian, setelah berkenalan, pada saat itu juga pelaku ditawari sebuah pekerjaan oleh AYT. Karena pelaku mau, kemudian AYT mencontohkan atau memberi pengarahan kepada dia untuk melakukan kejahatan tersebut dengan imbalan Rp 250 ribu dalam sekali aksi.

“Diberikan pengarahan sekali setelah itu di tempat yang sudah ditentukan, setiap minggu diberi amplop uang beserta perintah perintah operasinya yang ditaruh di suatu tempat. Tidak ada komunikasi rutin jadi yang ada hanya pertemuan pertama,” kata dia.

Djuhandani mengakui pihaknya akan terus mendalami kasus pelemparan batu ini.

“Antara pelaku dan penyedia hanya bertemu langsung (sekali) dan kita hanya mengetahui ciri-ciri pelaku utama yang mengkoordasi. Ini kita akan terus laksanakan dengan penyelidikan lebih lanjut,” bebernya.

Diketahui, pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 289 kali sejak bulan Desember tahun 2019 hingga Agustus tahun 2021 ini.

Rinciannya, berdasarkan aduan laporan tertulis ada 195 TKP denga rinci Kabupaten kendal 118, Kabupaten semarang 76 dan Semarang 1 TKP.

Sedangkan hasil penyelidikan Tim Opsnal ditemukan di media sosial ada 94 TKP dengan rincian Kabupaten Kendal 51 TKP, Kabupaten Semarang 41 dan Kota Semarang 2 TKP.

Pelaku melakukan aksinya secara acak dengan waktu operasi mulai pada pukul 01.00 hingga 06.00 WIB. Namun, paling banyak menyasar mobil pengangkut barang atau pickup yang ia temui saat hendak melakukan aksinya.

“Hampir juga mobil anggota polisi menjadi target operasi oleh pelaku,” ucapnya.

“Namun hebat juga, beberapa kali saat polisi malaksanakan operasi terbuka, dia (pelaku) menunggu petugas beristirahat. Dan saat polisi istriahat pelaku melakukan aksinya di beberapa tempat,” imbuhnya.

Saat ini barang bukti sudah diamankan oleh Polda Jateng salah satunya kendaraan Supra x 125 berpelat palsu H-4007-AM yang digunakan pelaku untuk melakukan aksinya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dapat dijerat Pasal 351 Ayat 2 Ayat 4 KUPidana, dengan ancaman penjara 5 tahun dan Pasal 406 Ayat 1 KUHPidana dengan ancaman dua tahun delapan bulan penjara.(HS)


Sumber:
halo semarang
Ini Motif Pelaku Pelemparan Batu Yang Meresahkan Pengendara Semarang-Kendal