Bertahan lewat Cadangan, Semarang Zoo Bikin Feeding Virtual

Pemberlakuan PPKM mengakibatkan penutupan berbagai tempat wisata salah satunya Semarang Zoo. Penutupan ini berdampak pada ketersediaan pakan satwa.

Pemberlakuan PPKM mengakibatkan penutupan berbagai tempat wisata salah satunya Semarang Zoo. Penutupan ini berdampak pada ketersediaan pakan satwa. Sebab kebun binatang andalan Kota Semarang itu mengandalkan tiket pengunjung untuk memenuhi biaya operasional.

Direktur Semarang Zoo Choirul Awaludin menyampaikan, karena penutupan ini banyak yang harus dikorbankan dari biaya operasional. Bahkan dia harus menekan gaji pegawai.

Satu yang tidak bisa bisa ditawar adalah pemberian makan satwa. Untuk memenuhi pakan satwa, bahkan Semarang Zoo harus menggunakan dana cadangan.

“Ya mau tidak mau dana cadangan juga harus kami gunakan. Namun itu mungkin cuma bertahan 3 bulan. Paling ya sampai September,” jelas Choirul Awaludin.

Untuk mengatasi kondisi itu, menurut Choirul Awaludin, selain dari anggaran, pihaknya memanfaatkan dana taktis yang ada, serta membuat terobosan dengan membuka donasi peduli satwa kepada para pecinta satwa dan masyarakat umum melalui program fooding virtual.

“Feeding Virtual ini adalah penyaluran makanan atau sumbangan biaya makan satwa dari para pengunjung dalam bentuk donasi,” sambung Choirul Awaludin

Bagi yang sudah mentransfer bisa langsung menyaksikan proses pemberian makan secara virtual dari rumah masing-masing.

“Biasanya ada request misalnya dari donatur ketika memberikan donasi kepada Semarang Zoo kami akan atur jadwalnya untuk live saat memberi makan hewan,” terangnya.

Feeding Virtual ini sudah dimulai sejak bulan Juli lalu. Jika ingin ikut berdonasi bisa langsung cek Instagram @semarangzoo. 

Sumber:
Ayo Semarang

Sebulan Lebih Tutup, Semarang Zoo Bertahan lewat Dana Cadangan dan Bikin Feeding Virtual