Langgar Larangan Mudik, Ratusan Pegawai Non-ASN di Pemkot Semarang Di PHK

Ratusan pegawai Non-ASN di lingkungan Pemkot Semarang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) mereka diberhentikan karena melanggar aturan larangan mud
Langgar Larangan Mudik, Ratusan Pegawai Non-ASN di Pemkot Semarang Di PHK
Foto: Merdeka

Ratusan pegawai Non-ASN di lingkungan Pemkot Semarang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) mereka diberhentikan karena melanggar aturan larangan mudik.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tegas memberhentikan ratusan pegawai Non-ASN. Hal itu mengacu pada surat edaran bahwa setiap pegawai di lingkungan Pemkot Semarang dilarang mudik saat lebaran dengan tetap mengisi presensi sebagai bukti.

Namun terdapat 500 pegawai Pemkot Semarang yang tidak melakukan kewajiban tersebut.

"Ada 484 orang non-ASN kita berhentikan karena mereka ketahuan tidak menjalankan kewajiban dengan mengisi absensi online. Dan ada yang absen tapi keberadaannya terpantau di luar kota Semarang," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Senin (31/5).

Beberapa di antaranya berdalih bahwa para pegawai Non-ASN tetap di Semarang dan tidak mudik, namun lupa ,mengisi presensi.

"@hendrarprihadi Pdhl saya tidak kmn2 dan tmn2 yang lupa absen wfh itu disemarang saja, bahkan ada yang ke kantor ataupun untuk menyelesaikan pekerjaannya.Saya mhn kebijakannya pak, krn kalo benar2 ada pemberhentian akn byk yang kehilangan mata pencaharian utk menghidupi keluarga," tulis akun naynegaran.

Hal itu dituliskan salah satu warganet yang kemudian ditanggapi akun pribadi Wali Kota Semarang @hendrarprihadi.

"kalau memang menyadari pekerjaan, seharusnya absen juga dianggap bagian pekerjaan, leres? --," @hendrarprihadi.



Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sangat menyayangkan tindakan para pegawai ASN dan non-ASN itu. Alasannya, aturan larangan mudik gencar disosialisasikan pemerintah pusat.

Sumber:
Merdeka
Langgar Larangan Mudik, 484 Pegawai Non-ASN di Pemkot Semarang Dipecat

Posting Komentar